Tim Riset MORA The AIR Funds FTIK UIN Syekh Wasil Kediri Lakukan Studi Pendahuluan di Jawa dan Sulawesi
Kediri, Maret–April 2026 — Tim Riset MORA The AIR Funds Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri memulai tahapan awal penelitian melalui kegiatan studi pendahuluan yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di Pulau Jawa dan Sulawesi. Penelitian ini merupakan bagian dari program pendanaan riset kolaboratif yang didukung oleh LPDP Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Tim peneliti diketuai oleh Prof. Dr. Hj. Munifah, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Dekan FTIK UIN Syekh Wasil Kediri, bersama anggota Dr. Intan Nuyulis Naeni Puspitasari, M.Pd.I., Dr. Nila Zaimatus Septiana, M.Pd., Ahmad Abdun Salam, M.Pd Selaku Dosen dari Manajemen Pendidikan Islam FTIK UIN Syekh Wasil Kediri., serta Angga Teguh Prastyo, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pada tahun 2025, UIN Syekh Wasil Kediri berhasil meloloskan dua tim dalam pendanaan Riset MORA, yaitu tim yang dipimpin oleh Prof. Munifah dan satu tim lainnya. Keduanya berasal dari FTIK dan memperoleh pendanaan selama dua tahun sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset inovatif di bidang pendidikan Islam.
Tim riset yang dipimpin Prof. Munifah mengangkat judul penelitian “Cultural–Ecopedagogy and Educational Management (CEEM) Model Based on Education for Sustainable Development (ESD) to Enhance School Well-Being: A Study in Indonesia, Japan, and Australia”. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Cultural–Ecopedagogy and Educational Management (CEEM) berbasis Education for Sustainable Development (ESD) sebagai inovasi tata kelola pendidikan yang berorientasi pada peningkatan school well-being. Kajian ini juga selaras dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan nilai-nilai ekoteologi dalam pendidikan.
Sebagai langkah awal, tim peneliti melakukan studi pendahuluan dengan mengumpulkan data sekunder dan primer. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, website, media sosial, serta kebijakan pemerintah. Sementara itu, data primer dikumpulkan melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang telah menerapkan pengelolaan pendidikan berbasis lingkungan.
Sekolah yang menjadi lokasi studi dipilih secara selektif, terutama sekolah penerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional maupun mandiri terbaru tahun 2025, serta sekolah yang memiliki visi, program, dan prestasi di bidang lingkungan. Kunjungan di Pulau Jawa dilaksanakan pada awal Maret 2026 sebelum bulan Ramadan, dengan lokasi di wilayah Sukoharjo dan Yogyakarta. Tim peneliti mengunjungi beberapa institusi pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah alternatif berbasis lingkungan, guna menggali praktik baik dalam implementasi ekopedagogi.
Selanjutnya, studi pendahuluan dilanjutkan ke Pulau Sulawesi dengan mengunjungi sekolah-sekolah unggulan yang memiliki program inovatif berbasis lingkungan. Di antaranya adalah sekolah yang mengembangkan program pertanian urban serta madrasah penerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dan mandiri. Kegiatan ini memberikan gambaran empiris mengenai praktik pengelolaan pendidikan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga sekolah.
Penelitian ini masih berada pada tahap awal dan akan terus berlanjut pada tahapan-tahapan berikutnya hingga menghasilkan model pengelolaan pendidikan berbasis ecopedagogy yang komprehensif dan aplikatif. Diharapkan, hasil penelitian ini nantinya dapat diimplementasikan secara luas di madrasah dan satuan pendidikan di Indonesia sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

